Ancam Pidanakan Pengurus PSSI
Posted by loper on February 21, 2008
Federasi sepak dunia (FIFA) memang melarang tegas campur tangan pemerintah dalam organisasi sepak bola. Meski begitu, pemerintah tidak pernah luput memperhatikan kemelut di PSSI.
Melalui Menpora Adhyaksa Dault, mereka terus memantau perkembangan organisasi sepak bola Indonesia tersebut. Bahkan, kemarin, Menpora melakukan dialog dengan pengurus PSSI.
Sekitar tiga jam, Adhyaksa Dault terlibat pertemuan tertutup dengan orang-orang PSSI. Orang-orang PSSI itu, antara lain, tiga anggota Executive Committee (Exco), Ibnu Munzir, Subardi, dan Mafirion.
Terdapat pula, Sekretaris Jendral (Sekjen) PSSI Nugraha Besoes, Direktur Kompetisi Badan Liga Sepak Bola Indonesia (BLI) Joko Driyono, serta Wakil Ketua Badan Tim Nasional (BTN) Hamka B. Kady.
“Kami tidak mengintervesi PSSI. Kami hanya meminta PSSI untuk segera memenuhi dua permohonan FIFA dan PSSI sudah menjamin untuk melaksanakannya,” ujar Adhyaksa di hadapan para wartawan kemarin.
Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya, saat ini FIFA memang meminta PSSI melakukan dua hal sesuai dengan surat tertanggal 5 Februari lalu. Pertama, FIFA mengharuskan PSSI untuk segera merampungkan revisi pedoman dasar dalam rentang waktu tiga bulan. Kedua, PSSI diharuskan mengadakan pemilihan ulang kepengurusan.
“Kami juga menyarankan PSSI untuk segera mengoordinasi kepada FIFA mengenai batas waktu pelaksanaan dua permohanan itu. Kami tidak ingin terlibat terlalu jauh. Kami hanya meluruskan saja,” tutur Adhyaksa. “Yang terpenting bagi kami adalah jangan sampai PSSI dibekukan oleh FIFA,” tambahnya.
Lantas apa konsekuensi jika ternyata PSSI gagal memenuhi janjinya? Menpora dengan tegas menyatakan bakal mempidanakan pengurus PSSI.
Pihak PSSI sendiri ternyata tak mengelak dengan permintaan Menpora. Mereka menyatakan siap untuk melaksanakan permintaan FIFA.
Bahkan, PSSI berjanji, untuk masalah pedoman dasar bakal bisa diselesaikan lebih cepat. “PSSI akan melaksanakan semua kehendak FIFA. Tapi, untuk masalah waktu, kami tidak bisa sebutkan kapan. Persepsi mengenai batasan waktu dari FIFA kan tidak sama dengan interprestasi Anda,” cetus Mafirion yang diamini Ibnu Munzir.
“Kami akan berkoordinasi dengan FIFA. Kami juga akan meminta panduan AFC (Konfederasi Sepak Bola Asia). Kami tidak mau berandai-andai soal waktu,” imbuhnya.
Bagaimana dengan ancaman Menpora? Mafirion enggan menanggapinya. Bagi PSSI, yang terpenting yang kini harus dilakukan justru menyelesaikan revisi pedoman dasar daripada menanggapi ancaman tersebut. “Soal pidana itu, tanyakan saja ke Pak Menteri. Sebab, jika benar begitu, tentu itu akan menimbulkan masalah baru,” tegas Mafirion.
(fim/diq/Jawa Pos)














