SawungKampret
Posted by loper on February 25, 2008
Komik ini dulu sering saya baca di majalah HUMOR tidak lucu tapi menggelikan, menggelikan karena menggambarkan kebodohan kita sendiri.
Bayangkan jika sambil tertawa kita juga dapat bicara tentang kebenaran. Itulah semboyan yang terdapat di atas gambar maskot wajah si Legenda Sawung Kampret di antara gambar kelinci tapi mirip tikus. Terserah pembaca menafsirkannya, perihal pendekar komik si SawungKampret ini apakah secerdik kancil atau selihai tikus.
Tapi bagaimana karakter unik itu dipadukan kitabisa saja menafsirkan SawungKampret itu adalah pendekar yang pintar-pintar bodoh atau sebenarnya dia pintar tapi dia tidak tahu atau dia memang tidak mau terlihat pintar.
Sawung Kampret seperti gambaran bangsa kita. Bangsa yang kayadengan karakter dan pribadi yang unik. Yang sebenarnya kayadengan pengetahuan tapi tidak pernah kita sadari kekuatannya jika dipadukan. Seperti SawungKampret dalam darah hati dan pikirannya mengalir perpaduan keturunan segala suku bangsa. Aceh Bugis Padang Batak Madura Ponorogo dan entah apa lagi namun karena lahir di daerah Ujunggaluh Surabaya maka ia dikenal dengan nama Sawung Kampret.
Keturunan legenda Panji Koming yang mendapat hadiah kering Sawung Kampret dari Raja Wikramawardhana. Nama keris pusaka turun temurun SawungKampret, kampret artinya kelelawar dijadikan nama anak dari Sawung Nogo seorang pendekar awal abad 17 di Ujunggaluh.
Riwayat hidup Sawung Kampret sangatlah unik. Sesungguhnya letak keberhasilan Sawung Kampret dalam setiap misinya adalah pada penguasaan bahasa asing dan banyak bahasa suku Indonesia dan keterampilan silatnya yang dikembangkannya dari bentuk aslinya. Penguasaan bahasa dan keterampilan silatnya didukung dengan strategi pertahanan diri yang unik dari musuh dan keterbukaannya untuk belajar kepada alam atau bahkan kepada sosok Belanda dan Cina sekalipun.
Maka jadilah Sawung Kampret berguru dengan Doktor Van Klompen yang mengharapkan ia menjadi seorang ilmuwan dan menjadi kakek angkat. Berguru silat dengan Aki Badakngajentul yang mengharapkannya menjadi pendekar. Tan Ping San pedagang Cina yang mengajari arti kerja keras waktu dan nilai setiap tetes keringat menjadi kakak angkatnya mengurus dan melindungi Sawung Kampret sejak kecil bersama dengan Bang A’um kakak angkat pribumi yang mengharapkan Sawung Kampret menjadi petani seperti dirinya.
Bayangkan jika ia bukanlah tokoh rekaan komik. Tentunya dia adalah sosok yang memiliki riwayat hidup yang unik dan mungkin menjadi harapan yang nyaris ideal seorang manusia Indonesia baru yang cerdik terampil pekerja keras dan bertahan dalam segala kondisi.
Adalah Dwi Koendoro pribadi yang spontanitas dan ekspresif. Ia menciptakan ide imajinasi yang berhasil direkonstruksikan oleh pikiran dan keterampilan teknis visual yang menghasilkan imej akan gambaran sosok pendekar Sawung Kampret yang dikondisikan tidak merasa dirinya pendekar itu dalam bentuk komik laga canda Roman Hwarakadah Zaman VOC Abad 17 yang merupakan legenda keturunan Panji Koming yaitu Legenda Sawung Kampret I dan II.
Selanjutnya ada puluhan kisah-kisah legenda Sawung Kampret lainnya yang diterbitkan untuk menjawab tantangan dunia ide penciptaan Indonesia baru khususnya dunia komik dan dongeng segala usia. Sawung Kampret pendekar yang unik dan tidak bisa tidak untuk tidak disayangi oleh tokoh-tokoh yang dekat dengannya dalam cerita dan pembaca yang setia mengikuti kisah-kisahnya sebelumnya di majalah Humor dan di serial televisi swasta beberapa tahun yang lalu.
Sawung Kampret pendekar yang bisa nakal konyol tahan dalam kondisi apa pun ini juga bisa menangis. Pendekar komik yang humanis dan sederhana saja kemauannya yaitu tentang bagaimana berbuat baik dan berguna untuk lingkungannya. Pada akhirnya kesederhanaan kemauannya itu merupakan proses lain dari kecintaannya pada sejarah dan tanah leluhurnya. Indonesia.
diambil dari sini, di tulis oleh pemilik blog ini, untuk review posting yang ilang.















February 25, 2008 at 7:47 pm
Hahahaha !! aku inget !! iya ya ya ya…emang dulu sempet ada tokoh pendekar bernama Sawung Kampret, hehehe…kayaknya udah gak ada kelanjutannya ya boss??
February 25, 2008 at 8:20 pm
wakakakakaka, ada juga toh baru tau
February 25, 2008 at 8:49 pm
hehheee… baru tau juga…
February 25, 2008 at 10:03 pm
penulinya sama khan dengan Panji Koming..?
February 27, 2008 at 3:32 pm
wah pak ini saya jadi tersinggung nich….sawung kampret…iku julukanku ee….hehehehehe
February 28, 2008 at 9:46 pm
waduh..ndak pernah nemu e yang namanya komix sawung kampret..adanya sawung jabo wakakaka
*thx dah mampir keblog saya..jangan bosan ya
salam kenal
February 29, 2008 at 12:48 am
Salah satu komik Indonesia terbaik yang pernah ada. Salut pada Pak Dwi Koen. Dan satu lagi, terimakasih atas review komik ini. Ini link gambar Sawung Kampret. (*apabila menampilkan karakter dianggap melanggar hak cipta, maka linknya kan tidak. Hehe. Maap Pak Dwi*)
Sawung Kampret dalam Harta Karun De La Mar
March 13, 2008 at 8:55 am
sawungkampret ?
hwarakadah !!!
punya softcopynya ?
June 20, 2008 at 1:37 pm
aku ikutin komiknya ampe lecek but sekarang ga dijual lagi….kalo ada yang punya boleh tuh hub saya