Posted by loper on March 20, 2008
“Saiya persaama khali cau mengenai ringtone tersebuc,
dari teman csaya,
saya kaget sekali mendengarnyac….
Jujyur sajackh sayac tidack pernach berkata-kata seperti itu.
Dulu wacktu sacya masich bermain di sinteron Cinderella,
saya hanya mengatakan: “Mana Ujyan, Ngga Ada Ojyek”Entah darimana bisa ditambahi “Becyek, Becyek.”
tu jelas-jelas bukan sayac…”It`s very annoying!!!. Di Indonesia mungkin tidak ada yang mau mengerti bila saya dari kecil memang terbiasa menggunakan bahasa Inggris…”
“Saya tidak suka bila “Mana Ujyan, Ngga Ada Ojyek, Becyek, Becyek.”,
mulai dgunakan oleh artis-artis lain seperti Luna Maya di infotainment-infotainment…”
“It`s very annoying!!!”
Read the rest of this entry »
Posted in Opini | Tagged: becek, cinta laura, fake, fhm, gak ada ojek, kapanlagi, kaskus, mana ujian, ringtone, sandra dewi, sandra dewi bugil | 51 Comments »
Posted by loper on March 17, 2008

Novel Ayat-ayat Cinta bertutur tentang jatuh-bangun hidup Fahri , pemuda dari Indonesia yang menyelesaikan pendidikan S2-nya di Al Ahzar, Mesir, Fahri di sana menemui banyak tantangan, mulai dari masalah keuangan, kehidupan , kesehatan, sampai urusan cinta, tantangan² tersebut ia selesaikan dengan cara yang islami.
Fahri digambarkan oleh sang novelis dengan begitu sempurna: lembut, cerdas, tampan, romantis, tahfiz Qur’an, dan pandai berdebat, kesempurnaan demi kesempurnaan itulah tidak ada di dalam Filmnya.
Di tangan Hanung Bramantyo, Salman Aristo dan Ginatri S. Noer, tokoh Ayat-ayat Cinta menjadi lebih manusiawi dan hampir sama dengan kenyataan hidup sekarang ini, Fahri jadi orang yang ragu-ragu dan tidak selalu beruntung, Aisha jadi tidak seperti yang kita bayangkan bahwa dia juga benar-benar baik, akan tetapi juga bisa cemburu.
Read the rest of this entry »
Posted in Opini | 27 Comments »
Posted by loper on March 1, 2008
Dari sebelum lahir, manusia memang sudah di beri pilihan oleh Yang Maha Kuasa, menjadi lelaki atau perempuan, menjadi anak orang berada atau anak orang biasa saja, setelah sekolah menjadi pintar atau bodoh, setelah bekerja menjadi juragan atau buruh, setelah mati masuk surga atau neraka.
Bila kita menyadari bahwa hidup memang penuh dengan pilihan, lalu mengapa kita kemudian banyak beralasan mengenai pilihan yang sudah kita ambil? menjadi manja dan tiba² miskin hanya karena ada kartu GAKIN, menjadi sakit hanya karena menjadi tersangka KORUPSI, beramai-ramai menjadi miskin secara kolektif untuk mengejar dana bantuan sosial melalui Lembaga Swadaya Masyarakat dan mengemis bantuan pada Pemerintah Daerah padahal Organisasi tersebut di pimpin oleh Pejabat Pemerintah itu sendiri.
Read the rest of this entry »
Posted in Opini | 15 Comments »