Dari sebelum lahir, manusia memang sudah di beri pilihan oleh Yang Maha Kuasa, menjadi lelaki atau perempuan, menjadi anak orang berada atau anak orang biasa saja, setelah sekolah menjadi pintar atau bodoh, setelah bekerja menjadi juragan atau buruh, setelah mati masuk surga atau neraka.
Bila kita menyadari bahwa hidup memang penuh dengan pilihan, lalu mengapa kita kemudian banyak beralasan mengenai pilihan yang sudah kita ambil? menjadi manja dan tiba² miskin hanya karena ada kartu GAKIN, menjadi sakit hanya karena menjadi tersangka KORUPSI, beramai-ramai menjadi miskin secara kolektif untuk mengejar dana bantuan sosial melalui Lembaga Swadaya Masyarakat dan mengemis bantuan pada Pemerintah Daerah padahal Organisasi tersebut di pimpin oleh Pejabat Pemerintah itu sendiri.



















