Hidup Memang Pilihan
Posted by loper on March 1, 2008
Dari sebelum lahir, manusia memang sudah di beri pilihan oleh Yang Maha Kuasa, menjadi lelaki atau perempuan, menjadi anak orang berada atau anak orang biasa saja, setelah sekolah menjadi pintar atau bodoh, setelah bekerja menjadi juragan atau buruh, setelah mati masuk surga atau neraka.
Bila kita menyadari bahwa hidup memang penuh dengan pilihan, lalu mengapa kita kemudian banyak beralasan mengenai pilihan yang sudah kita ambil? menjadi manja dan tiba² miskin hanya karena ada kartu GAKIN, menjadi sakit hanya karena menjadi tersangka KORUPSI, beramai-ramai menjadi miskin secara kolektif untuk mengejar dana bantuan sosial melalui Lembaga Swadaya Masyarakat dan mengemis bantuan pada Pemerintah Daerah padahal Organisasi tersebut di pimpin oleh Pejabat Pemerintah itu sendiri.
Saya juga geli melihat SnapShot di Metro TV hari sabtu subuh yang lalu, di situ di perlihatkan Para Pegawai Negeri Sipil di Jakarta yang ketahuan telat, keluar kantor tanpa ijin, keluyuran saat jam kantor, dan melanggar larangan merokok (beliau ini bahkan sudah sering terkena SnapShot, sampai penyiar dan beliaunya hapal “Lho … kamu lagi”, kata beliunya. Sementara sang penyiar bilang “Lho … bapak lagi…” Hahahaha).
Bukannya Perilaku pegawai adalah Cermin dari tatanan negara, kemudian kalo model pegawainya seperti itu apa berarti tatanan negaranya seperti itu? masa bodoh, acuh tak acuh, tidak disiplin, banyak alasan, dan menciptakan aturan untuk dilanggar sendiri?
Cuman opini pribadi, tidak untuk mendakwa orang lain, karena masih banyak Pegawai Negeri, Pejabat, dan LSM yang bermoral, berhati nurani dan bertanggung jawab sehingga tidak pantas kalau hanya kelakuan segelintir Pegawai dan Koruptor semua harus disalahkan.
Saya yang lagi ngelantur karena jengkel lihat Pegawai pake baju dinas belanja di pasar.















March 1, 2008 at 4:04 pm
sudah biasa PNS ke pasar pakai baju dinas :p ya nggak apa2 sih… tapi kalau di waktu kerja/dinas? ituh yang perlu dipertanyakan
hihihihi… kadang nggak ke pasar, main pimpong ajah di kantor *kisah nyata di kotaku*

met wiken!
March 1, 2008 at 6:51 pm
Jadi, persoalannya sekarang adalah: dalam hidup ini kita kadang TERPAKSA harus memilih SESUATU yang bukan menjadi pilihan kita. Tapi karena tidak ada pilihan lain, akhirnya kita merasa bahwa MADESU (masa depan suram).
March 1, 2008 at 9:09 pm
hehehe..
idup mang pilihan yang harus kita jalani, tapi ttp aja Yang Di Atas yang ngatur..
March 2, 2008 at 6:43 am
http://www.thumbsnap.com/v/JSWXuvIt.jpg
hidup memang pilihan, tapi kalau banyak langganan jadinya hidup lebih berarti
March 2, 2008 at 8:35 pm
sejak jamannya Adam & Hawa Mas pilihan itu diberikan,.. ngomong2 mas UDAH BACA TULISAN SAYA YANG LOWONGAN PNS?
March 3, 2008 at 3:15 am
hehehe….saya PNS…saya juga merokok di sela-sela pekerjaan saya…untung di Maumere gak ada Perda yg mengatur tentang hal itu…tapi saya gak pernah keluyuran ke pasar pas jam kerja kok
lha lapo? koyok ibu-ibu ae…
March 3, 2008 at 10:43 am
snapshot metro tv emang ok.. jadi senyum2 sendiri or malah ngakak2 ngeliat orang2 yang dengan polosnya ngungkapin alasan mereka mengapa melakukan hal2 yang melanggar aturan..
eh emang kita waktu masih belum lahir dikasih pilihan mau jadi anak orang kaya or jadi anak orang miskin? masa seh??
March 3, 2008 at 4:15 pm
huekekeee….kalo kita jadi PNS, bisakah jadi PNS seideal yg kita bayangkan??
hayooo mas !!!
enakan jadi loper yak?? hehee…
March 4, 2008 at 6:59 pm
Semoga kita-kita senantiasa bisa memilih sebuah keputusan danpilihan yang terbaik dan membawa berkah
Seneng udh bisa mampir kesini, salam hangat dari afrika barat.
March 4, 2008 at 9:38 pm
wah yg kayak gitu itu dimana-mana, sampe sudah kehabisan kata dan tenaga utk mencelanya…
March 5, 2008 at 8:13 pm
hohoho..itu mah PNS gaul..tetep aja ngeloyor entah kemana disaat jam kerja..memang ga bisa diandalkan
March 6, 2008 at 11:36 am
yach pilihan hidup kita semua adalah
bahagia di dunia dan akhirat
bener ngga ?
March 11, 2008 at 6:20 pm
Saya sempat menonton sebuah film di layar kaca yang dibintangi wulan guritno. di film tersebut wulan menderita penyakita paru2 tingkat akut akibat menghisap rokok pasif (dari ayahnya). semenjak dia tahu bahwa umurnya tidak lagi panjang wulang mengabadikan hidupnya sebagai seorang guru.
Sungguh pekerjaan yang sangat mulia, menurut saya sih. Walaupun saya bukan seorang guru tapi saya juga ingin berbagi apa yang saya ketahui kepada orang lain. untuk mengisi kehidupan ini.
Itu adalah pilihan
salam
antown.blogspot.com
March 17, 2008 at 2:53 pm
PN yg belanja ke pasar itu habis pulang dari shift malam kale.
March 23, 2008 at 11:46 pm
makanya jangan merokok
banyak dosanya
dosa merusak kesehatan sendiri
dosa merusak kesehatan orang lain
dosa merusak kenyamanan orang lain
dosa merusak ekonomi rumah tangga
dosa merusak masa depan pendidikan anak2
apa lagi ya..