Ayat Ayat Cinta Fahri dan AA’ Gym
Posted by loper on March 17, 2008
Novel Ayat-ayat Cinta bertutur tentang jatuh-bangun hidup Fahri , pemuda dari Indonesia yang menyelesaikan pendidikan S2-nya di Al Ahzar, Mesir, Fahri di sana menemui banyak tantangan, mulai dari masalah keuangan, kehidupan , kesehatan, sampai urusan cinta, tantangan² tersebut ia selesaikan dengan cara yang islami.
Fahri digambarkan oleh sang novelis dengan begitu sempurna: lembut, cerdas, tampan, romantis, tahfiz Qur’an, dan pandai berdebat, kesempurnaan demi kesempurnaan itulah tidak ada di dalam Filmnya.
Di tangan Hanung Bramantyo, Salman Aristo dan Ginatri S. Noer, tokoh Ayat-ayat Cinta menjadi lebih manusiawi dan hampir sama dengan kenyataan hidup sekarang ini, Fahri jadi orang yang ragu-ragu dan tidak selalu beruntung, Aisha jadi tidak seperti yang kita bayangkan bahwa dia juga benar-benar baik, akan tetapi juga bisa cemburu.
Tapi bukankah Film yang diambil dari sebuah Novel tidak harus patuh pada novel? Ada bagian yang dipertahankan, dibiaskan dan di perjelas, lumrah, karena imajinasi dari membaca tulisan dan melihat Film tentu tidak sama, sebaliknya Menyadur Film untuk dijadikan Novel pun tidak harus sama persis dengan karya aslinya, karena sama seperti itu tadi, Visual (melihat Film) dan Non Visual (membaca Novel) tentu mempunyai sudut pandang yang berbeda.
Kalaupun kemudian Isi Film dan Novel sama persis, kenapa kita harus merogoh kantong 2 kali untuk hal yang sama? pertama membeli Novelnya kemudian melihat Filmnya, kalo buat pegawai biasa seperti saya hal itu berarti pengeluaran 2x untuk hiburan yang sama, kenapa tidak mencari hiburan yang lain?
Apabila kemudian PemFilman Novel Ayat-ayat Cinta tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan maka itu terserah dari kita masing², wong kita semua penonton, sebagai penonton kita berhak senang bila puas dan berhak protes bila kurang puas atau tidak sesuai dengan apa yang kita bayangkan sebelum menonton Film tersebut, bebas saja asal tidak sampai merusak gedung bioskop, biasa orang kalo merasa bayar mesti seneng protes² kalo ada yang tidak cocok, padahal gratisan juga kalo jelek pasti juga protes (kira² gini protesnya kalo gratisan, “Mentang² gratis, jelek …. !!!” Kalo Versi bayar, “Udah bayar, ternyata jelek … !!!!”).
Terlepas apapun pendapat anda mengenai Film Ayat-ayat Cinta, kita harus menghargai pembuatnya, selain sekedar berkata bahwa Film ini tidak se Islami Novelnya, sehingga kita tidak memberi cap yang tidak² (pluralis dll) pada Anak Bangsa yang sudah mencurahkan pemikirannya untuk membuat suatu karya.
Sebagai bahan renungan, saya sertakan Kisah yang nyaris mirip dan sama yang terjadi di Indonesia, yang tentu saja dialami oleh Da’i kondang kita yaitu, Aa’ Gym, berikut ini kisahnya yang saya ambil dari website kick andy.
Ini penampilan pertama Abdulah Gymnastiar atau akrab dipanggil Aa Gym di sebuah talk show. Tidak mudah meyakinkan dai yang dikenal dengan lagunya ‘Jagalah Hati’ ini untuk tampil di Kick Andy. Pasalnya, selama ini dia merasa didzolimi oleh pers setelah berpoligami (rekaman ada di bawah halaman ini juga).
Melalui berbagai pertimbangan, akhirnya Abdullah Gymnastiar menyatakan bersedia. Semua pertanyaan yang diajukan Andy Noya dijawabnya dengan terbuka. Mulai dari alasan mengapa sampai dia tega menyakiti hati istri dan keluarga dengan menikah lagi, bagaimana perasaannya ‘ditinggal’ oleh para pengagumnya, sampai isu bisnisnya hancur setelah berpoligami.”Ini cobaan yang berat dalam hidup saya. Tapi dalam perjalanan waktu ke depan saya yakin ada hikmah yang dapat dipetik,” ujarnya.
Dengan suara bergetar Aa Gym mengungkap perasaan yang harus dipendamnya selama beberapa tahun terakhir ini. Pria yang bertutur lembut ini mengaku beberapa tahun terakhir hidupnya tidak bahagia. Dia merasa kehidupannya bagaikan sebuah mesin yang sedang berjalan dan tidak bisa dihentikan. “Saya begitu sibuk. Dari satu acara ke acara lain. Dari satu daerah ke daerah lain. Bahkan untuk mengejar waktu, saya sering naik helikopter atau pesawat khusus. Saya tidak punya waktu lagi untuk urusan pribadi,” ungkap ayah tujuh anak ini.
Bahkan untuk bertemu dengan kedua orangtua yang dia cintai pun tidak pernah dapat terlaksana. “Saya rindu dan ingin bertemu orangtua tapi jadwal begitu padat. Saya sudah menyadari ada yang salah dengan kondisi ini. Saya jadi jarang bertemu dengan istri dan anak-anak. Tapi saya tidak berdaya. Saya tidak bisa menghentikan mesin ini.”
Maka, ketika pria 45 tahun ini memutuskan untuk menikah lagi, dan akibat keputusannya itu dia ditinggalkan oleh sebagian besar ‘umatnya’, Aa Gym mengaku semua itu merupakan kehendak Allah untuk menghentikan mesin kehidupannya yang berputar telalu cepat.
“Ini cara Tuhan agar saya mempunyai waktu untuk lebih memperhatian keluarga. Ini cara yang halal, yang diijinkan oleh agama,”ujarnya masih dengan suara bergetar.
Mengenai bisnisnya yang terganggu akibat banyak pengagumnya yang menarik diri setelah dia menikah lagi, Aa Gym juga mensyukuri dan mengambil hikmahnya. “Sejak awal saya juga merasakan semua kegiatan bisnis yang bertumpu pada pengultusan individu tidak akan sehat dan tidak akan bertahan lama,” ujarnya.
Dengan kondisi tersebut, secara alamiah bisnis yang dipimpinnya di, bawah payung Manajemen Qolbu Corporation, tersaring secara alamiah. “Unit bisnis yang mengandalkan saya sebagai pribadi, terpaksa tutup. Tapi bisnis lain yang dikelola secara profesional, sampai sekarang tetap bertahan.”
Aa Gym tetap pada pendiriannya bahwa berpoligami adalah keputusan yang tidak menyalahi agama dan prinsip hidupnya. ”Kita bisa lihat di sekeling kita, masih ada yang memilih jalan yang dilarang agama. Apa yang saya lakukan tidak menyalahi agama.”
Pada bagian kisah tentang adiknya yang lumpuh dan kemudian meninggal, pria yang gemar berolahraga petualangan ini tidak kuasa membendung tangisnya. Kepada Andy Noya dan penonton di studio, Aa Gym mengakui adiknya yang cacat itu merupakan sumber inspirasinya dan menjadikan dirinya seperti sekarang ini.
Adiknya yang sudah lumpuh waktu itu tetap bertekad melanjutkan kuliah ke fakultas ekonomi Universitas Padjajaran (Unpad). Padahal untuk ke kuliah dan beraktivitas, Agung, sang adik, harus dibopong. Aa Gym sebagai kakak termasuk yang paling sering membopong adiknya ke tempat kuliah.
Suatu hari, Aa Gym tak kuasa untuk melemparkan pertanyaan kepada Agung. “Dik, kata dokter sakitmu sudah parah sekali. Tapi adik kok tidak pernah mengeluh?” Sang adik tersenyum lalu menjawab, “Untuk apa mengeluh? Mengeluh akan membuat orang lain susah. Kalau orang-orang beramal untuk bekal di surga nanti, saya ingin agar kesabaran saya ini bisa menjadi bekal nanti.”
Mendengar jawaban itu Aa Gym tersadar. Betapa mulianya hati sang adik. Bahkan Agung pernah mengatakan apa pun yang dilakukan Aa Gym tidak akan sempurna jika tidak mengikuti jejak Nabi Muhammad. “Itulah titik balik dalam kehidupan saya sehingga saya bisa seperti sekarang ini,” ungkapnya.
Di Kick Andy pimpinan Pesantren Daarut Tauhid ini juga bercerita tentang kenapa dia kerap memakai sorban, bagaimana ketika di SD dia terpaksa jualan jambu milik tetangga, dan bagaimana saat mahasiswa dia harus mencari uang dengan menjadi supir angkot. Termasuk bagaimana dia menghidupi keluarga dengan jualan bakso. “Subuh-subuh saya sudah ke pasar beli tulang sumsum untuk kuah bakso.” Tapi mengapa sang istri waktu itu terganggu dengan profesi sang suami? “Karena setiap hari jualan bakso, badan saya bau bakso semua. Istri gak tahan dan sering mau muntah,” ujar Aa sembari tertawa.
Banyak kisah suka dan duka dalam perjalanan hidupnya yang dia ungkapkan di Kick Andy. Aa Gym juga menjawab semua tudingan terhadapnya. Sebuah wawancara tanpa batas dengan sang tokoh. Di ujung acara, Aa Gym dipertemukan dengan ‘Aa Jimmy’, yang selalu menirukan Aa Gym di News. Com. Apa yang terjadi? Marahkah Aa Gym?
Berita asli dari sini
Ini Rekaman dari Kick Andy, kalo kemudian saya dianggap tidak Islami karena memuat cerita tentang ini, itu terserah anda, wong anda gratis masuk kesini, hehehehe….

















March 17, 2008 at 12:46 pm
heheee…..gratis mas juli, jadi bagus ato jelex gak boleh protes yak???
March 17, 2008 at 12:55 pm
kenapa kita harus protes apa yang telah menjadi jalan hidup orang, apalagi jalan hidupnya juga baik (mungkin). kalau 1 cowok cuma boleh beristri 1 cewek, alangkah banyaknya gadis didunia ini menjadi perawan tua. AA’ Gym jau lebih bagus, terus terang dan istri tuanya menyutujui. So itu ga salah..hehehe (ini pendapat pribadi saya).
March 17, 2008 at 2:12 pm
Oooo dadi maksudnya film Ayat ayat cinta yang asli itu yang main Aa’?
Atau novel itu diangkat dari kisah Aa’?
Atau Aa’ terinsiprasi poligami untuk difilmkan?
pilih jawaban yang paling bener!
March 17, 2008 at 2:37 pm
dihubung2kan kok nyambung juga yak?
tapi kenapa yg pada nonton film ini jadi nangis semua yak?
March 17, 2008 at 2:45 pm
ada keterbatasan untuk sebuah kompromi
dan
ada kompromi untuk sebuah keterbatasan
ada orang yang kecewa terhadap AAC versi film, itu wajar. hebat juga tuh kang abik, bisa bikin banyak orang merasa memiliki AAC
Salut buat kang abik !
dan salut juga buat hanung dkk atas inovasinya !
( memvisualisasi karya yang telah menjadi milik hati orang banyak memang sulit dan beresiko di kritik. Lagian mana ada produk komunikasi massal yang bisa memuaskan semua pihak?)
semoga kian banyak karya bermutu anak negeri yang bermunculan
March 17, 2008 at 4:14 pm
adiknya aa gym itu di unpad mas, bukan di UI
thanks for visiting..
March 17, 2008 at 6:56 pm
Saya belum (ingin) nonton film ini. Novelnya saja masih sehalaman dua saya baca
March 17, 2008 at 7:12 pm
pic nya bagus mas, sangat bagus
*dodot sudah menjelma menjadi quelopi dan sudah pindah rumah*
March 17, 2008 at 7:40 pm
Wah…saya nggak bisa menikmati rekamannya Sam…maklum fakir bandwith, hehehe…
saya sudah baca novelnya (ayat-ayat cinta), tapi belom nonton filemnya, maklum di Maumere
hehehe
artikelnya bagus nih boss…
enak ya kalo bisa jadi Aa’ Gym…kalo aku, satu aja repot, apalagi dua…
hahahaha…
March 17, 2008 at 7:43 pm
weee ayat2 cinta lg ngetrend ya di indo hehehehe…
March 17, 2008 at 7:58 pm
Setuju…
*ditimfuk*
March 17, 2008 at 10:42 pm
aa gym apa kabarnya yah… udah lama ga nyimak soalnya…
March 18, 2008 at 9:51 am
hi hi hi hi hi………..
ayat2 cinta versi nya Aa’ Gym kaya apa za !,,,,
_______________________________ pasti Seru juga ,,,,
,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,, dan Banyak nilai + nya ????
March 18, 2008 at 3:39 pm
wah..
saya belum nonton mas, jadi ndak bisa ngomen..
eniwei, aremania ya..??
sepertinya satu visi tentang penggantian ‘dewa’ di salemba ituh..
save indonesian football now..!!!
March 19, 2008 at 8:14 am
yaahh emang pers indonesia masih berproses, makanya harus super sabar.
salam utas ajiw dari areamania puncak
ps: arema saiki pemaine licek-licek, iso juara ga taon iki yo????
March 19, 2008 at 1:41 pm
belum baca bukunya, balum lihat filmnya jadi belum bisa berkomentar.
baguskah?indah kah? ato sesuai dengan bukunya atao tidak….
March 19, 2008 at 9:37 pm
Komentar pandaremania di atas ada guyonannya juga dalam film AAC, pas Fahri duduk semeja dengan sobatnya yang berkomentar. Luar biasa film ini penuh ‘ayat-ayat’ yang wajib ditonton umat muslim. Rasanya pengen lagi liat dan saya catat. Saya coba rangkum dalam blog saya
Akupun Menangis - Ayat-ayat Cinta
March 23, 2008 at 5:37 pm
seandainya pemeran AAC Aa Gym dan istri-istrinya,…
March 23, 2008 at 11:41 pm
poligami tu kan menyelamatkan wanita
kalo gak poligami, pasti banyak wanita yg gak nikah
March 29, 2008 at 12:12 pm
mengenai tulisan:
coba dengarkan ilustrasi musik film aac di menit : 17, 37, 56.
ada agenda zionis dibalik film aac.ayat-ayat cinta pake ilustrasi musik spiritual yahudi. coba cek di film karya sutradara yahudi steven spielberg :schindler list (film yang dilarang diputar di Indonesia oleh pemerintah tahun 97-an karena berisi kampanye zionisme dan ditolak umat islam). Song theme schindler list sama persis dengan ilustrasi musik yang dipakai di ayat2 cinta(bukan yang lagunya rosa). coba search di youtube “schindler list music” atau
di. http://www.youtube.com/watch?v=aX2qP3gP_Vs dan http://www.youtube.com/watch?v=ueWVV_GnRIA&feature=related musik itu digubahh komponis zion bernama itzhak Perlman yang diperuntukan untuk kampanye zionisme internasional . mengapa film islam menggunakan ilustrasi musik spiritual yahudi???
tanggapan saya:
benar, kalau kita perhatikan dengan seksama ada musik yahudi di film itu. saya udah cek di youtube. dan saya sudah nonton film schindler list dengan lengkap.film itu sangat jewish sekali. ada kesamaan dalam ilustrasi musiknya.kalau film aac sampai diketahui orang2 jewish, mereka pasti sangat bangga, betapa film islam yang ditonton oleh 3 juta (konon) orang menggunakan musik spiritual mereka.
kalo memang harus ada plagiat musik dalam film itu, kenapa yang dipilih lagu yahudi? kalo memang harus ada lagu yahudi di film itu kenapa harus dipilih lagu SPIRITUAL yahudi? kan banyak musik2 lainnya yang ngga provokatif yang bisa dibajak dan diplagiat. kalo memang harus ada ilustrasi film lain yang disisipi aac kenapa harus film schindler list? ?. pensisipan ilustrasi musik yahudi dalam aac saya yakin bukan unsur ketidaksengajaan. ada hidden massage, ada pesan tersembunyi, ada komunikasi konspiratif.film schindler list memang awan dikalangan masyarakat indonesia, karena film itu memang dilarang oleh MUI dan pemerintah indonesia. tapi dikalangan sineas? film itu bukan sesuatu yang asing.
April 1, 2008 at 9:31 am
coool
salam kenal aja- sesama blogger ngalam diwajibkan kenalan
oleh di-link to sam blog-e pean?
hmcahyo.wordpress.com
July 24, 2008 at 12:06 pm
Saya setuju dengan pendapat Aa yg:
”Kita bisa lihat di sekeling kita, masih ada yang memilih jalan yang dilarang agama. Apa yang saya lakukan tidak menyalahi agama.”
Setuju A. Di sekeliling kita byk yg melakukan hal-hal yg dilarang agama tapi org-org ga pernah protes. Tapi knp AA yg jelas2 mengikuti syariat malah di protes? Kalau gitu yg protes n ga suka AA nikah lagi juga ga suka sm Nabi Muhammad dong? Kan Nabi juga Poligami. Tolong ya, yg protes n jelek2in AA blm tentu kalian lebih baik dr AA. Introspeksi diri aja….